Kesalahan Terbesar Google Maps Yang Pernah Terjadi

Tidak perlu ada yang bertanya apa itu google maps? alasannya yaitu kami rasa semua sudah mengetahuinya. Namun ada baiknya kami ulas sedikit pengertian dari peta online ini. Kaprikornus google maps yaitu layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh raksasa Google yang memperlihatkan gambaran satelit, peta jalan, kondisi lalulintas dan perencanaan rute untuk bepergian memakai mobil, motor bahkan jalan kaki. Aplikasi arif ini sangat banyak penggunanya alasannya yaitu kehadirannya sangat diperlukan. Namun taukah kalian kalau dalam perjalanan pengembangan aplikasi ini pernah terjadi kesalahan? Selain ibarat perubahan nama jalan dewi sartika menjadi dewi persik, berikut kami rangkumkan dalam kesalahan terbesar google maps yang pernah terjadi versi anehdidunia.com


Tersesat Selama 5 Hari



Seorang perempuan asal Amerika Serikat, Amber Vanhecke berumur 24 tahun tersesat selama 5 hari dan terdampar di kawasan terpencil Grand Canyon. Wanita itu mengklaim, Google Maps membawanya ke jalur yang salah. Amber merasa beliau akan mati karena semua perbekalan sudah habis. Ia bahkan sudah merekam pesan perpisahan di ponselnya. Cerita bermula ketika Amber melaksanakan solo traveling ke kawasan perbukitan di Grand Canyon. Namun Google Maps mengarahkannya ke jalan yang tidak ada. Saat itulah situasi makin runyam, mobilnya mulai kehabisan materi bakar serta sinyal ponsel menghilang. Amber mencoba menghubungi layanan darurat 911 tapi tidak berhasil.

Pada hari ketiga Amber tersesat, ia semakin panik. Ia bahkan telah merekam pesan perpisahan kalau sewaktu-waktu ia ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Segela perbekalan telah habis. Amber kemudian melaksanakan sesuatu pada hari keempat. Ia mengumpulkan kerikil dan menyusunnya menjadi goresan pena 'HELP' di tanah. Namun semua itu percuma. Pada hari kelima, Amber tetapkan untuk mendaki dan keluar dari ngarai dengan impian mendapat sinyal ponsel. Upaya Amber berhasil. Ia mendapat sinyal ponsel dan menedapatkan beberapa pesan masuk. Ia lantas menghubungi layanan darurat. Tak usang sesudah itu, sebuah helikopter penyelamat melintas dan menemukan mobilnya. Amber kesudahannya sanggup diselamatkan sesudah 119 jam tersesat. Mahasiswa di salah satu sekolah tinggi tinggi di Texas itu mengalami kehilangan cairan tubuh yang parah.


Dua Rumah Hancur Porak Poranda



Sebuah buldozer miilik perusahaan penghancur rumah berjulukan Billy L. Nabors Demolition salah menghancurkan dua rumah. Mereka mengklaim hal itu terjadi akhir Google Maps salah menampilkan alamat rumah yang seharusnya dihancurkan. Billy L. Nabors Demolition seharusnya menghancurkan rumah yang berada di 7601 Coestau Drive di Rowlet, Texas, namun mereka malah menghancurkan rumah di 7601 dan 7603 di Calypso Drive yang berjarak satu blok dari alamat seharusnya.

Para pekerja yang bertugas menghancurkan kemudian menyalahkan aplikasi Google Maps yang malah memperlihatkan alamat ke 7601 dan 7603 Calypso Drive. Suzanne Webster sang pemilik rumah pun merasa terkejut alasannya yaitu rumah mereka dihancurkan begitu saja tanpa alasan yang jelas. Korban berikutnya, Lindsay Diaz yang rumahnya hancur akhir angin kencang pada Desember silam dan tengah menunggu perusahaan asuransi untuk memperbaikinya tak kalah terkejut dan merasa sedang dikerjai. Perusahaan penghancur rumah itu kemudian menyatakan kesalahan tersebut bukanlah sebuah hal besar. Namun, mereka tetap akan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.


Perseteruan Perbatasan Antar Negara



Persoalan perbatasan memang menjadi warta sensitif antarnegara. Apa jadinya kalau salah satu negara memakai layanan Google Maps untuk menyerang negara lain yang dianggap mencaplok wilayah kekuasaannya? Ini benar-benar terjadi antara negara Nicaragua Serang Costa Rica. Pasukan Nicaragua menyeberangi perbatasan dan memasuki wilayah Costa Rica kemudian mengibarkan bendera di negara itu. Menurut komandan pasukan Nicaragua, Eden Pastora kepada surat kabar La Nacion, beliau memakai layanan Google Maps sebagai dasar serangan tersebut. Dari gambar yang muncul di layanan peta Google itu, justru negara Costa Rica-lah yang telah memasuki perbatasan Nicaragua.

Persoalan batas negara yang ditampilkan dalam Google Maps ini kemudian menjadi serius sampai-sampai Sekretaris Jenderal Organisasi Negara- negara Amerika Jose Miguel Insulza bertemu dengan dua kepala negara tersebut untuk menuntaskan problem ini. "Kami sedang mencari solusi untuk mendamaikan dua negara ini," kata Insulza dalam sebuah pernyataan. Namun Presiden Costa Rica, Laura Chinchilla berkukuh pasukan Nicaragua telah melanggar aturan perbatasan dan siap membawa problem ini ke Dewan Keamanan PBB. Adapun analis Google Geopolicy, Charlie Hale mengakui memang terjadi kesalahan dalam menampilkan peta batas kedua negara itu. Kesalahan itu, kata dia, terletak pada penggambaran perbatasan di cuilan pantai Karibia, dekat sungai San Juan.


Tertembak



Dua pasang turis, masing-masing asal Spanyol dan Argentina ditembak dikala berada di wilayah favela, kawasan kumuh di kota Rio De Janeiro. Penembakan tersebut berawal ketika dua pasang turis tersebut berjalan bersama mengunjungi daerah-daerah wisata di Rio De Janeiro. Namun alasannya yaitu tak hapal kawasan setempat, keempatnya menentukan memakai aplikasi Google Maps. Apesnya ternyata aplikasi peta tersebut menuntun mereka masuk ke favela yang populer bersahabat dengan tindakan kriminal. Secara tiba-tiba sekelompok orang menghampiri para turis tersebut, kemudian menembaki kendaraan yang mereka tumpangi.

Akibatnya, seorang turis berjulukan Natalia Lorena Cappetti berumur 42 tahun mendapat luka tembak di cuilan punggung. Meski tim medis berhasil mengeluarkan peluru, namun Cappetti dikala itu dikabarkan berada dalam kondisi kritis. Kepolisian setempat mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 di dekat Morro dos Prazeres favela. Aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh para bandar narkoba yang ada di kawasan tersebut. Morro dos Prazeres sebetulnya sudah menjadi momok di kalangan para turis. Pada bulan Desember silam, seorang warga Italia tewas usai ditembak oleh seorang bandar narkoba. Penyebabnya juga sama, yaitu alasannya yaitu tersesat usai mengikuti petunjuk GPS.


Sahabat anehdidunia.com kesalahan yang terjadi di atas kami rasa tidak sepenuhnya kesalahan dari google maps. Campur tangan keteledoran dan emosi insan meramunya menjadi lebih fatal. Namun sekarang, aplikasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kehadirannya seolah olah membuka mata kita mengenai sesuatu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Mungkin kesalahan kesalahan diatas akan hilang dibandingkan banyaknya laba memakai google maps ini. Am i right?

Referensi:
http://citizen6.liputan6.com/read/2897591/tersesat-karena-google-maps-solo-traveler-hilang-selama-5-hari
http://properti.kompas.com/read/2016/03/30/082158321/Dua.Rumah.Hancur.Aplikasi.Google.Maps.Disalahkan
https://www.tempo.co/read/news/2010/11/08/072290315/Google-Maps-Bikin-Nicaragua-Serang-Costa-Rica
http://kriminalitas.com/tersesat-di-rio-de-janeiro-empat-turis-ditembaki-bandar-narkoba/

Halaman Selanjutnya >>

Subscribe To Get Best Articles!